"Maafin aku yang sering kali salah dalam berucap, mengeluarkan kata-kata yang membuatmu sakit hati. Itu semua karena aku sangat sayang sama kamu. Sekali lagi maafin aku, ya."
"Aku lebih memilih membagi seluruh hidupku bersamamu, daripada menghadapi sepanjang hidup seorang diri tanpamu karena kamu marah kepadaku. Maafin aku, ya."
"Cinta kita kuat dan tak terbatas, jangan biarkan keluhan kecil menghancurkan dunia, pengertian dan kelembutan yang indah ini. Aku mencintaimu dan aku meminta maafmu."
"Aku mengabaikan kebahagiaanmu dalam upaya untuk membuat diriku bahagia, hanya untuk menyadari bahwa kebahagiaanku ada kepadamu. Maaf, maafkan aku sayang."
"Aku tahu kata maaf ini nggak mampu untuk menebus kesalahanku. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kalau apa yang aku lakukan ke kamu itu tulus. Maafin aku."
"Aku masih tidak mengerti bagaimana aku bisa menyakitimu, dengan sepenuh hati aku memohon kepadamu untuk memaafkanku, kamu adalah semua yang aku miliki."
"Maaf ya kalau aku belum bisa jadi yang terbaik dan hanya bisa membuatmu marah. Sekali lagi maafkan aku, sayang. Aku akan berusaha lagi untuk menjadi yang lebih baik untukmu."
"Permintaan memang maaf tidak ada artinya, dibandingkan dengan apa yang telah aku lakukan, tapi tetap saja, aku tahu bahwa kamu memiliki hati yang pemaaf, pengertian dan kamu tidak akan membiarkan kebencian menghancurkan cinta kita."
"Bagaimana aku mengucapkan kata-kata, "Maafkan aku" ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diri sendiri?"
"Sayang, aku telah mengkhianati kepercayaanmu, aku tidak berhak bertanya kepadamu tentang sesuatu, tapi aku ingin mengatakan bahwa cintaku kepadamu akan hidup selamanya. Aku mohon, maafkan aku."
"Aku berjanji kepadamu bahwa mulai sekarang hubungan kita akan bebas dari air mata, kebohongan, dan penghinaan. Aku mencintaimu, mari kita tetap bersama."